|
|
Gangguan
Persepsi Sensori Penyebab - Gangguan penglihatan
- Gangguan pendengaran
- Gangguan penghidu
- Gangguan perabaan
- Hipoksia serebral
- Penyalahgunaan zat
- Usia lanjut
- Pemajanan toksin lingkungan
Gejala dan tanda mayor
Subyektif - Mendengar
suara bisikan atau melihat bayangan
- Merasakan
sesuatu melalui idera perabaan, penciuman, pendengaran, penglihatan atau
pengecapan
Objektif - Distorsi sensori
- Respons tidak sesuai
- Bersikap seolah melihat,
mendengar, mengecap, meraba, atau mencium sesuatu
Gejala dan tanda minor
Subyektif - Menyatakan kesal
- Menyendiri
- Melamun
- Konsentrasi buruk
- Disorientasi waktu, tempat,
orang atau situasi
- Curiga
- Melihat ke satu arah
- Mondar-mandir
- Bicara sendiri
Kondisi klinis terkait - Glaucoma
- Katarak
- Gangguan refraksi
- Trauma okuler
- Trauma pada saraf kranialis II,
III, IV, dan VI akibat stroke, aneurisma intracranial, trauma/tumor otak
- Infeksi okuler
- Presbikusis
- Malfungsi alat bantu dengar
- Delirium
- Demensia
- Gangguan amnestic
- Penyakit terminal
- Gangguan psikotik
|
Setelah diberikan
asuhan keperawatan selama … …........ jam, diharapkan gangguan persepsi
sensori membaik dengan kriteria hasil:
Fungsi
sensori - Ketajaman
pendengaran sedang
- Ketajaman
penglihatan sedang
- Persepsi
stimulasi kulit sedang
- Persepsi
posisi tubuh sedang
- Perbedaan
bau sedang
- Perbedaan
rasa sedang
|
Dukungan
Mobilisasi
Observasi - Identifikasi
adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya
- Identifikasi
toleransi fisik melakukan pergerakan
- Monitor
frekuensi jantung dan tekanan darah sebelum
memulai mobiliasi
- Monitor
kondisi umum selama melakukan mobilisasi
Terapeutik - Fasilitasi
aktivitas mobilisasi dengan alat bantu (mis.pagar tempat tidur)
- Fasilitasi
melakukan pergerakan ,jika perlu
- Libatkan
keluarga untuk membantu pasien dalam meningkatkan pergerakan
Edukasi - Jelaskan
tujuan dan prosedur mobilisasi
- Anjurkan
melakukan mobilisasi dini
- Ajarkan
mobilisasi sederhana yang harus dilakukan (mis. Duduk di tempat tidur,duduk
disisi tempat tidur,pindah dari tempat tidur kekursi.
Dukungan perawatan diri
Observasi - Identifikasi
adanya keyakinan tidak rasional
Terapeutik - Fasilitasi
mengidentifikasi situasi perasaan muncul dan respons terhadap situasi
- Fasilitasi
mengidentifikasi refleksi perasaaan yang destruktif
- Fasilitasi
mengidentifikasi dampak situasi pada hubungan keluarga
- Fasilitasi
memahami perasaan bersalah adalah reaksi umum terhadap trauma ,penganiayaan
,berduka ,bencana atau kecelakaan.
- Fasilitasi
dukungan spiritual ,jika perlu.
Edukasi - Bimbing
untuk mengakui kesalahan diri sendiri
- Ajarkan
mengidentifikasi perasaan bersalah yang menyakitkan
- Ajarkan
menggunakan teknik menghentikan pikiran dan substitusi pikiran dengan
relaksasi otot saat pikiran bersalah
terus dirasakan
- Ajarkan
mengidentifikasi pilihan untuk mencegah ,mengganti,menebus kesalahan ,dan
penyelesaian.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar