Kamis, 12 November 2020

RISIKO SYOK NCP

NO DX

DIAGNOSA KEPERAWATAN (SDKI)

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)

INTERVENSI

(SIKI)

 

Risiko syok (D.0039)

Berisiko mengalami ketidakcukupan aliran darah ke jaringan tubuh, yang dapat mengakibatkan disfungsi seluler yang mengancam jiwa

Faktor risiko

  • Hipoksemia
  • Hipoksia
  • Hipotensi
  • Kekurangan volume cairan
  • Sepsis
  • Sindrom respon inflamasi sistemik (SIRS)

 

Kondisi Klinis terkait

  • Perdarahan
  • Trauma multiple
  • Pnemothoraks
  • Infark miokard
  • Kardiomiopati
  • Cedera medulla spinalis
  • Anafilaksis
  • Sepsis
  • Koagulasi intravaskuler deseminata
  • Sindrom respons inflamasi sistemik (SIRS)

 

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ………...... jam diharapkan

 

Tingkat Syok (L.03032) menurun dengan kriteria hasil :

  • Kekuatan nadi meningkat
  • Output urine meningkat
  • Tingkat kesadaran meningkat
  • Saturasi oksigen meningkat
  • Akral dingin menurun
  • Pucat menurun
  • Rasa haus menurun
  • Konfusi menurun
  • Letargi menurun
  • Asidosis metabolik menurun
  • Tekanan arteri rata-rata membaik
  • Tekanan darah sistolik membaik
  • Tekanan darah diastolik membaik
  • Tekanan nadi membaik
  • Pengisian kapiler membaik
  • Frekuensi nadi membaik
  • Frekuensi nafas membaik

 

 

Pencegahan syok (I.02068)

 

Observasi

  • Monitor status kardiopulmonal (frekuensi dan kekuatan nadi, frekuensi nafas, TD, MAP)
  • Monitor status oksigen (oksimetri nadi, AGD)
  • Monitor status cairan (masukan dan haluaran, turgor kulit, CRT)
  • Monitor tingkat kesadaran dan respon pupil
  • Perikas riwayat alergi

Terapiutik

  • Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >94%
  • Persiapkan intubasi dan ventilasi mekanis, jika perlu
  • Lakukan skin test untuk mencegah reaksi alergi

Edukasi

  • Jelaskan penyebab/faktor risiko syok
  • Jelaskan tanda gejala awal syok
  • Anjurkan melapor jika menemukan/merasakan tanda dan gejala awal syok
  • Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
  • Anjurkan menghindari allergen

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian IV, jika perlu
  • Kolaborasi pemberian tranfusi darah, jika perlu
  • Kolaborasi pemberian antiinflamasi, jika peril 

  

Pemantauan Cairan

Observasi

  • Monior frekuensi dan kekuatan nadi
  • Monitor frekuensi napas
  • Monitor tekanan darah
  • Monitor berat badan
  • Monitor waktu pengisian kapiler
  • Monitor elastisitas turgor kulit
  • Monitor jumlah, warna dan berat jenis urine
  • Monitor kadar albumin dan protein total
  • Monitor pemeriksaan serum (mis, osmolaritas serum, hematokrit, natrium, kalium, BUN)
  • Monitor intake dan output cairan
  • Identifikasi tanda- tanda hipovolemia (mis, frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urine menurun, hematokrit meningkat, haus, lemah, konsentrasi urine meningkat, berat badan menurun dalam waktu singkat)
  • Identifikasi tanda- tanda hipervolemia (mis, dispnea, edema perifer, edema anasarka, JVP menigkat, CVP menigkat, refleks hepatojugular positif, berat badan menurun dalam waktu singkat)
  • Identifikasi  faktor  risiko  ketidakseimbangan  cairan (mis, prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar, aferesis, obstruksi intestinal, peradangan pankreas, penyakit ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinal)

Terapeutik

  • Atur   interval   waktu pemantauan   sesuai   dengan kondisi pasien
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Edukasi

  • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
  • Informasikan hasil pemantauan, jika perlu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALGORITMA INITIAL ASSESSMENT TRAUMA

Jika anda menemukan pasien trauma, yang harus anda lakukan adalah : 3A : AMANKAN DIRI (APD) AMANKAN LINGKUNGAN AMANKAN PASIEN Cek Kesadaran ...