|
|
Risiko syok (D.0039)
Berisiko
mengalami ketidakcukupan aliran darah ke jaringan tubuh, yang dapat
mengakibatkan disfungsi seluler yang mengancam jiwa
Faktor risiko - Hipoksemia
- Hipoksia
- Hipotensi
- Kekurangan
volume cairan
- Sepsis
- Sindrom
respon inflamasi sistemik (SIRS)
Kondisi Klinis terkait - Perdarahan
- Trauma
multiple
- Pnemothoraks
- Infark
miokard
- Kardiomiopati
- Cedera
medulla spinalis
- Anafilaksis
- Sepsis
- Koagulasi
intravaskuler deseminata
- Sindrom
respons inflamasi sistemik (SIRS)
|
Setelah
diberikan asuhan keperawatan selama ………...... jam diharapkan
Tingkat Syok (L.03032) menurun dengan kriteria hasil : - Kekuatan
nadi meningkat
- Output
urine meningkat
- Tingkat
kesadaran meningkat
- Saturasi
oksigen meningkat
- Akral
dingin menurun
- Pucat
menurun
- Rasa haus
menurun
- Konfusi
menurun
- Letargi
menurun
- Asidosis
metabolik menurun
- Tekanan
arteri rata-rata membaik
- Tekanan
darah sistolik membaik
- Tekanan
darah diastolik membaik
- Tekanan
nadi membaik
- Pengisian
kapiler membaik
- Frekuensi
nadi membaik
- Frekuensi
nafas membaik
|
Pencegahan
syok (I.02068)
Observasi - Monitor
status kardiopulmonal (frekuensi dan kekuatan nadi, frekuensi nafas, TD, MAP)
- Monitor
status oksigen (oksimetri nadi, AGD)
- Monitor
status cairan (masukan dan haluaran, turgor kulit, CRT)
- Monitor
tingkat kesadaran dan respon pupil
- Perikas
riwayat alergi
Terapiutik - Berikan
oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >94%
- Persiapkan
intubasi dan ventilasi mekanis, jika perlu
- Lakukan
skin test untuk mencegah reaksi alergi
Edukasi - Jelaskan
penyebab/faktor risiko syok
- Jelaskan
tanda gejala awal syok
- Anjurkan
melapor jika menemukan/merasakan tanda dan gejala awal syok
- Anjurkan
memperbanyak asupan cairan oral
- Anjurkan
menghindari allergen
Kolaborasi - Kolaborasi
pemberian IV, jika perlu
- Kolaborasi
pemberian tranfusi darah, jika perlu
- Kolaborasi
pemberian antiinflamasi, jika peril
Pemantauan
Cairan
Observasi - Monior
frekuensi dan
kekuatan nadi
- Monitor
frekuensi napas
- Monitor
tekanan darah
- Monitor berat badan
- Monitor
waktu pengisian kapiler
- Monitor
elastisitas turgor kulit
- Monitor
jumlah, warna dan berat jenis urine
- Monitor
kadar albumin dan protein
total
- Monitor pemeriksaan serum (mis, osmolaritas serum, hematokrit,
natrium, kalium, BUN)
- Monitor
intake dan output cairan
- Identifikasi tanda- tanda hipovolemia (mis, frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah,
tekanan darah
menurun, tekanan nadi menyempit, turgor
kulit menurun, membran mukosa
kering, volume urine menurun, hematokrit meningkat, haus, lemah,
konsentrasi urine meningkat, berat badan menurun dalam
waktu singkat)
- Identifikasi tanda- tanda
hipervolemia (mis,
dispnea, edema perifer, edema anasarka, JVP menigkat, CVP
menigkat, refleks hepatojugular
positif, berat badan
menurun dalam waktu singkat)
- Identifikasi
faktor
risiko ketidakseimbangan
cairan (mis, prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan,
luka bakar, aferesis,
obstruksi intestinal,
peradangan pankreas, penyakit ginjal dan
kelenjar, disfungsi intestinal)
Terapeutik - Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
- Dokumentasikan
hasil pemantauan
Edukasi - Jelaskan
tujuan dan prosedur pemantauan
- Informasikan
hasil pemantauan, jika perlu
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar