|
|
Nyeri akut (D.0077)
b.d - Agen pencedera fisiologis (mis.
inflamasi, iskemia, neoplasma)
- Agen pencedera kimiawi (mis.
terbakar, bahan kimia iritan)
- Agen pencedera fisik (mis. abses,
amputasi, terbakar, terpotong, mengangkat berat, prosedur operasi, trauma,
latihan fisik berlebihan)
d.d
Gejala
dan Tanda Mayor - Mengeluh nyeri
- Tampak meringis
- Bersikap protektif (mis. waspada,
posisi menghindari nyeri)
- Gelisah
- Frekuensi nadi meningkat
- Sulit tidur
Gejala
dan Tanda Minor - Tekanan
darah meningkat
- Pola
napas berubah
- Nafsu
makan berubah
- Proses
berpikir terganggu
- Menarik
diri
- Berfokus
pada diri sendiri
- Diaphoresis
Kondisi Klinis Terkait - Kondisi pembedahan
- Cedera traumatis
- Infeksi
- Sindrom coroner akut
- Glaukoma
|
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama
………...... jam diharapkan
Tingkat
Nyeri (L.08066) menurun dengan kriteria hasil: - Keluhan
nyeri menurun
- Meringis
menurun
- Sikap
protektif menurun
- Gelisah
menurun
- Kesulitan
tidur menurun
- Menarik
diri menurun
- Berfokus
pada diri sendiri menurun
- Diaphoresis
menurun
- Perasaan
depresi (tertekan) menurun
- Perasaan
takut mengalami cedera berulang menurun
- Anoreksia
menurun
- Ketegangan
otot menurun
- Pupil
dilatasi menurun
- Mual
menurun
- Muntah
menurun
- Frekuensi
nadi membaik
- Pola
napas membaik
- Tekanan
darah membaik
- Proses
berpikir membaik
- Focus
membaik
- Fungsi
berkemih membaik
- Perilaku
membaik
- Nafsu
makan membaik
- Pola
tidur membaik
- Kemampuan
menuntaskan aktivitas meningkat
Kontrol
Nyeri (L.08063) meningkat dengan kriteria hasil : - Melaporkan
nyeri terkontrol meningkat
- Kemampuan
mengenali onset nyeri meningkat
- Kemampuan
mengenali penyebab nyeri meningkat
- Kemampuan
menggunakan teknik non-farmakologis meningkat
- Dukungan
orang terdekat meningkat
- Keluhan
nyeri menurun
- Penggunaan
analgesic menurun
Penyembuhan
Luka (L.14130) Meningkat dengan kriteria hasil : - Penyatuan kulit meningkat
- Penyatuan tepi luka meningkat
- Jaringan granulasi meningkat
- Pembentukan jaringan parut meningkat
- Edema pada sisi luka menurun
- Peradangan luka menurun
- Nyeri menurun
- Drainase purulent menurun
- Drainase serosa menurun
- Drainase sanguinis menurun
- Drainase serosanguinis menurun
- Eritema pada kulit sekitar menurun
- Peningkatan suhu kulit menurun
- Bau tidak sedap pada luka menurun
- Nekrosis menurun
- Infeksi menurun
|
Manajemen Nyeri (I.08238)
Observasi - Identifikasi lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri
- Identifikasi skala nyeri
- Identifikasi respons nyeri
non verbal
- Identifikasi faktor yang
memperberat dan memperingan nyeri
- Identifikasi pengetahuan
dan keyakinan tentang nyeri
- Identifikasi pengaruh
budaya terhadap respons nyeri
- Identifikasi pengaruh nyeri
pada kualitas hidup
- Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah diberikan
- Monitor efek samping
penggunaan analgetik
Terapeutik - Berikan teknik
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis. TENS, hypnosis, akupresur,
terapi music, biofeedback, terapi pijat, aromaterapi teknik imajinasi
terbimbing, kompres hangat/ dingin, terapi bermain)
- Kontrol lingkungan yang
memperberat rasa nyeri (mis. suhu ruangan, pencahayaan, kebisingan)
- Fasilitas istirahat dan
tidur
- Pertimbangan jenis dan
sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan nyeri
Edukasi - Jelaskan penyebab, periode,
dan pemicu nyeri
- Jelaskan strategi meredakan
nyeri
- Anjurkan memonitor nyeri
secara mandiri
- Anjurkan menggunakan
analgetik secara tepat
- Ajarkan teknik
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri
Kolaboratif - Kolaborasi pemberian
analgetik, jika perlu
Pemberian Analgesik
(I.08243)
Observasi - Identifikasi
karakteristik nyeri (mis, pencetus, pereda, kualitas, lokasi, intensitas,
frekuensi, durasi)
- Identifikasi
riwayat alergi obat
- Identifikasi
kesesuaian analgesic (mis. narkotika, non-narkotik, atau NSAID) dengan
tingkat keparahan nyeri
- Monitor
tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesic
- Monitor
efektifitas analgesic
Terapeutik - Diskusikan
jenis analgesic yang disukai untuk mencapai analgesic optimal, jika perlu
- Pertimbangkan
penggunaan infus kontinu, atau bolus opioid untuk mempertahankan kadar dalam
serum
- Tetapkan
target efektifitas analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien
- Dokumentasikan
respon terhadap efek analgesic untuk mengoptimalkan respons pasien
- Dokumentasikan
respons terhadap efek analgesic dan efek yang tidak diinginkan
Edukasi - Jelaskan
efek terapi dan efek samping obat
Kolaborasi - Kolaborasi
pemberian dosis dan jenis analgesic, sesuai indikasi
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar