Sabtu, 23 Mei 2020

GANGGUAN INTEGRITAS KULIT NCP

NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN (SDKI)
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL
(SLKI)
INTERVENSI
(SIKI)
1
Gangguan Integritas Kulit/Jaringan  (D.0129)
b.d:
  • Perubahan sirkulasi
  • Perubahan status nutrisi (kelebihan atau kekurangan)
  • Kekurangan/kelebihan volume cairan
  • Penurunann mobilitas
  • Bahan kimia iritatif
  • Suhu lingkungan yang ekstrem
  • Faktor mekanis (mis. penekanan pada tonjolan tulang, gesekan) atau faktor elektris (elektrodiatermi, energi listrik bertegangan tinggi)
  • Efek samping terapi radiasi
  • Kelembaban
  • Proses penuaan
  • Neuropati perifer
  • Perubahan pigmentasi
  • Perubahan hormonal
  • Kurang terpapar informasi tentang upaya mempertahankan/melindungi integritas jaringan
Gejala dan tanda Mayor:
  • Kerusakan jaringan dan/atau lapisan kulit
Gejala dan tand Minor :
  • Nyeri
  • Perdarahan
  • Kemerahan
  • Hematoma
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ...................... jam, diharapkan

Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125) meningkat dengan kriteria hasil :
  • Elastisitas meningkat
  • Hidrasi meningkat
  • Perfusi jaringan meningkat
  • Kerusakan jaringan menurun
  • Kerusakan lapisan kulit menurun
  • Nyeri menurun
  • Perdarahan menurun
  • Kemerahan menurun
  • Hematoma menurun
  • Pigmentasi abnormal menurun
  • Jaringan parut menurun
  • Nekrosis menurun
  • Abrasi kornea menurun
  • Suhu kulit membaik
  • Sensasi membaik
  • Tekstur membaik
  • Pertumbuhan rambut membaik

Pemulihan Pascabedah (L.14129) meningkat dengan kriteria hasil :
  • kenyamanan meningkat
  • selera makan meningkat
  • mobilitas meningkat
  • kemampuan melanjutkan pekerjaan meningkat
  • kemampuan bekerja meningkat
  • kemampuan perawatan diri meningkat
  • waktu penyembuhan menurun
  • area luka operasi membaik





Penyembuhan Luka (L.14130) meningat dengan kriteria hasil :
  • penyatuan kulit meningkat
  • penyauan tepi luka meningkat
  • jaringan granulasi meningkat
  • pembentukan ajringan parut meningkat
  • edema pada sisi luka menurun
  • peradangan luka menurun
  • nyeri menurun
  • drainase menurun porulen menurun
  • drainase sorosa menurun
  • drainase sanguinis menurun
  • drainase serosanguinis menurun
  • entema pada kulit sekitas menurun
  • peningkatan suhu kulit menurun
  • bau tidak sedap pada luka menurun
  • nekrosis menurun
  • infeksi menurun
Perawatan Integritas Kulit (I.11353)
Observasi
  • Identifikasi penyebab gangguan integritas kulit (mis. perubahan sirkulasi perubahan status nutrisi, penurunan kelembaban, suhu lingkungan ekstrem, penurunan mobilitas)
Terapiutik
  • Ubah posisi tiap 2 jam jika tirah baring
  • Lakukan pemijatan pada area penonjolan pulang jika perlu
  • Bersihkan perineal dengan air hangat, terutama selama periode diare
  • Gunakan produk berbahan petroleum, atau minyak pada kulit kering
  • Gunakan produk berbahan ringan/alami dan hipoalergik pada kulit sensitive
  • Hindari produk berbahan dasar alkohol pada kulit kering
Edukasi
  • Anjurkan menggunakan pelembab (mis.lotion, serum)
  • Anjurkan minum air yang cukup
  • Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
  • Anjurkan meningkatkan asupan buah dan sayur
  • Anjurkan menghindari terpapar suhu ektrem
  • Anjurkan menggunakan tabir surya SPF minimal 30 saat berada di luar rumah
  • Anjurkan mandi dan menggunakan sabun secukupnya
Perawatan Luka (L.14564)
Observasi
  • Monitor karakteristik luka (mis.drainase, warna, ukuran, bau)
  • Monitor tanda-tanda infeksi
Terapeutik
  • Lepaskan balutan dan plester secara berlahan
  • Cukur rambut di sekitar daerah luka, jika perlu
  • Bersihkan dengan cairan NaCl atau pembersih nontoksik, sesuai kebutuhan
  • Bersihkan jaringan nekrotik
  • Berikan salep sesuai jenis luka prtahankan teknik steril saat melakukan perawatan luka
  • Ganti balutan sesuai eksudat dan drainasi
  • Jadwalkan perubahan posisi setiap 2 jam atau sesuai kondisi pasien
  • Berikan diet dengan kalori 30-35 kkal/kgBB/hari dan protein 1,25-1,5 g/kgBB/hari
  • Berikan suplemen vitamin dan mineral (mis. vitamin A, vitamin C, Zinc, asam amino), sesuai indikasi
  • Berikan terapi TENS (stimulasi saraf transkytancus), jika perlu
Edukasi
  • Jelaskan tanda dan gejala infeksi
  • Anjurkan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan protein
  • Ajarkan prosedur perawatan luka secara mandiri
Kolaborasi
  • Kolaborasi prosedur debridement (mis. enzimatik, biologis, mekanis, autolitik), jika perlu
  • Kolaborasi pemberian antiboti jika perlu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALGORITMA INITIAL ASSESSMENT TRAUMA

Jika anda menemukan pasien trauma, yang harus anda lakukan adalah : 3A : AMANKAN DIRI (APD) AMANKAN LINGKUNGAN AMANKAN PASIEN Cek Kesadaran ...