(Dan mereka
berdua pun duduk di tangga, mreka mencari foto tanda tangan Moon Young di
internet. Kemudian Jae-soo mencoba meniru tanda tangan itu. )
Jae soo : “Tanda tangannya rumit sekali.
Seperti heiroglif saja.”
Kang Tae : “Bukan heiroglif, tapi
hieroglif. Cepat selesaikan. Sang Tae menunggu.”
Jae soo : “Baiklah. Sudah selesai.”
Kang Tae : “Coba lihat.”
Jae soo : “Lihat. Bukankah mirip?”
(Kang Tae
melihat hasil tiruan tanda tangan dan mencocokannya dengan foto di internet,
dan mereka berdua berkata Uuuooohhh, seperti paduan suara)
Kang Tae : “Hebat sekali, Jae-soo!”
Jae soo : “Taka pa-apa.” (mereka berdua
tertawa) “Apa kau senang?”
Kang Tae : “Ya. Sang Tae pasti suka.”
Jae soo : “Jangan tersenyum. Itu
memuakkkan.”
Kang Tae : “Ada pasien yang mengatakannya
juga. Apa senyumku menyebalkan?”
Jae soo : “Kau tidak tahu? Kau benar-benar
tidak tahu?
Kang Tae : “Apa?”
Jae soo : “Saat tersenyum, kau mirip dengan
Joker. Saat tersenyum, matamu terlihat sedih. Berkacalah. Mirip sekali.” (Jae soo
tertawa, Kang Tae hanya tersenyum) “Ayo pulang”.
Sampai rumah,
Jae-soo yang menyerahkannya ke Sang Tae, Sang Tae memandang lama tanda tangan
itu. Kemudian Kang Tae masuk kedalam rumah.”
Kang Tae : “Kakak, aku pulang.”
Sang Tae : “Ini Palsu. Ini Palsu.” (Sang Tae
langsung meremas tanda tangan palsu itu)
Jae soo : “Ini tanda tangannya….”
Sang Tae : “Ini Palsu. Palsu.”
Kang Tae : “Kakak, tunggu.”
Sang Tae
langsung masuk ke dalam lemari sambil terus berkata ..
Sang Tae : “Palsu, ini palsu, semua palsu.
Kau membohongiku.”
Kang Tae : “Kakak, Maafkan aku.”
Sang Tae : “Kau bohong, bohong itu
tercela.”
Kang Tae : “Aku tadi sibuk…”
Sang Tae : “Bohong itu tercela. Kau berbohong,.
Anak kecil pun tahu bohong itu salah”
Kang Tae : “Besok mau pergi ke toko buku?”
Sang Tae : “Bohong. Bahkan anak tiga
tahun…”
Kang Tae : “Mau beli buku dinosurus?”
Sang Tae : “Apa?”
Kang Tae : “Kau selalu ingin buku itu.
Kakak?”
Sang Tae : “Kau berbohong. Kenapa bohong?
Kenapa membohongiku? Bohong itu tercela”
Jae Soo : “Astaga. Kau menyedihkan sekali.
Wanita bernama Go Moon Young ini adalah sumber masalah. Aku akan membakar semua
buku ini! Buku apa ini? Anak yang penuh ketakutan?”
(Sang Tae langsung
keluar dari lemari)
Sang Tae : “Jangan! Tak boleh”
Jae Soo : “Aku bakar semuanya.”
Sang Tae : “ Tak boleh”
Jae Soo : “Lihat ini…”
Sang Tae : “ Tak boleh”
Jae Soo : “ Tidak boleh kenapa?”
Sang Tae : “ Tak boleh. Jangan dibakar”
Jae Soo : “Aku bakar semuanya”
(Diatas meja ponsel Kang Tae berbunyi, ada
pesan dari CEO Lee Sang-in yang meminta untuk bertemu besok pagi di
perusahaannya. Kang Tae menghampiri ponselnya, dan membalas pesan. Di ruang
kerjanya CEO Lee Sang-In menerima pesan dari Kang Tae.
Lee Sang In : “Tentu saja dia akan membalas
pesanku.” (CEO membaca pesannya, dan hanya balasan *Ya* yang terlihat, CEO
terheran-heran, karena dia mengirim pesan panjang namun balasannya hanya *Ya*) “Ya?”
“Jawabannya aneh. Perasaanku tak enak soal ini”
(Di belakang CEO
terdapat TV yang sedang menayangkan berita, bahwa sekita pukul 18.00 di suatu
rumah sakit di Seoul, pria yang seharusnya digiring polisi setelah coba bunuh
diri bersama putrinya ditemukan tewas dalam ruang isolasi. Polisi tengah
menyidik penyebab kematiannya. Sebelumnya pria tersebut memicu keributan di
acara dongeng yang diadakan untuk pasien anak di rumah sakit, tapi petugas
keamanan tidak mampu menghentikannya dengan segera.)
(Di dalam kamar
hotel, Moon Young melihat ke arah Kaca Jendelanya, ia membayangkan saat dia
menatap Kang Tae, Moon Young pun tersenyum dan merebahkan tubuhnya di tempat
tidur, dan berkata “Matanya sangat indah.” )
(Di rumah, Kang
Tae sedah rebahan juga iya termenung mengingat perkataan Moon Young “Apa kau
tahu? Di dunia ini, ada orang-orang yang pantas mati mengenaskan. Berkat
beberapa psikopat yang diam-diam membunuh mereka, warga yang tak tahu apapun
bisa tidur dn makan dengan tenang.” Kang Tae mengingat perkataan itu. Kang Tae
kemudian bangun dan melihat kakaknya, dan menyelimuti kakaknya. Kang Tae
melihat ada buku dongeng disamping kakaknya, dan Kang Tae pun membaca isinya)
Anak
lelaki itu terbangun lagi dari mimpi buruk. Kenangan uruk dari masa lalu yang
ingin dilupakan muncul kembali dalam mimpinya tiap malam dan terus mengganggu
anak lelaki itu. Seiring waktu, anak lelaki itu tumbuh dewasa. Walaupun tak
bermimpi buruk lagi. Dia tidak bahagia sedikitpun. Suatu malam, bulan darah
memenuhi langit, dan penyihir muncul kembali di hadapannya. Untuk menagih janji
anak lelaki itu. Dengan penuh kebencian, dia berteriak kepada penyihir. (disini di perlihatkan kalau Go-eun, anak
dari pasien yang di isolasi dan dikabarkan bunuh diri diruang isolasi, tidak
bisa tidur, ia menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya, dan buku
dongeng nya terjatuh, itu buku dongeng yang dibaca Moon Young dan Kang Tae) “Semua kenangan burukku lenyap,
tapi kenapa…. Kenapa aku tidak bahagia?” Sesuai dengan perjanjian, penyihir
mengambil jiwa anak itu….. (disini di perlihatkan Moon Young sedang
tidur dikasurnyaa sambil memperhatikan sebuah foto yang sudah tersobek dan
dilipat, saat foto itu dibuka lipatannya terlihat foto dirinya saat kecil dan
disampingnya ada ayahnya, tidak ada foto ibunya karena foto ibu sudah disobek
setengahnya).
Dan berkata, “Kenangan
yang menyakitkan. Kenangan akan penyesalan. Kenangan saat melukai dan dilukai.
Kenangan saat dibuang dan kembali. Orang yang bisa tumbuh bersama semua
kenangan itu, akan menjadi lebih kuat, bersemangat, dan mudah menyesuaikan
diri. Orang seperti itu yang bisa mendapatkan kebahagiaan.” (disini diperlihatkan ayah Moon
Young sedang tidur di kamar RSJ)
(Kakak Kang Tae
terlihat gelisah dalam tidurnya, ternyata ia sedang mimpi buruk)
(Go-eun mengambil buku dongengnya
yang terjatuh, dan duduk untuk membuka buku dongennya, saat membalik halaman terdapat
pesan yang ditulis oleh Moon Young “Jangan lupakan hari ini” Go eun
tidak mengerti dengan maksud pesan itu. Kemudian perawat melihat Go eun yang
belum tidur kemudian menghampirinya..)
Perawat : “Kau tidak bisa tidur?”
Go eun : “Dimana ayahku?”
Perawat : “Semuanya akan membaik. Kau tak
perlu khawatir.”
Go eun : “Apa tertangkap? Oleh polisi? Atau
terjebak dirumah sakit jiwa?” (Go eun menangis)
Perawat : “Apa kau takut ayahmu muncul lagi
dan mengganggumu?itu tak akan terjadi lagi.”
Go eun : “Ayahku… Ayahku…bukan orang jahat,
Ayah bilang dia seperti itu, karena jiwanya sakit. Jadi, jangan tangkap ayahku.
Biarkan kami hidup bersama. Aku ingin tinggal bersama Ayah. Aku ingin tinggal
bersamanya. Aku merindukan Ayah.” (Go eun menangis, dan perawat pun memeluknya)
“Ayah….”
Dongeng masih berlanjut dibaca oleh Kang
Tae “Jangan lupakan semua
itu, Ingatlah dan hadapi. Jika tak dihadapi, kau hanya selalu menjadi anak
kecil dengan jiwa yang tak bertumbuh.” (Dongeng pun
selesai, Kang Tae menutup dan melihat cover dongeng itu. Dan kemudian terlihat
mimpi Sang Tae yang melihat kupu-kupu ia berlari ketakutan, kupu-kupu terus
mengikutinya, kupu-kupu yang sangat banyak mengerumuninya, ia bangun dari
mimpinya dengan berteriak, Kang Tae dan Jae Soo terbangun dan segera menyalakan
lampu. Sang Tae bangun dan berlari masuk ke dalam lemari, sampil terus berkata “Kupu-kupu..kupu-kupu
itu kembali. Mereka mau membunuhku. Kupu-kupu itu mau membunuhku! Mereka akan
membunuhku! Aku harus lari. Harus pergi. Harus lari!”)
Hari pun
berganti pagi, terlihat ibu pemilik rumah mendatangi tempat tinggal Kang Tae,
pemilik rumah marah, belum saatnya pindah, tapi Kang Tae sudah mau pindah. Jae
soo pun keluar dari rumah mengatakan Kang Tae sudah tidak ada dirumah sepertinya
dia pergi pagi-pagi sekali ke suatu tempat.
Kang Tae,
terlihat berdiri didepan pintu masuk perusahaan SangSangESang, ia punmasuk ke
perusahaan itu. Kang Tae terlihat berdiri menunggu, Art director Yoo Seung-jae
datang menghampiri dan mengarahkan Kang Tae untuk menunggu di sebuah ruangan,
sampa CEO Lee Sang-In tiba. Di perjalanan menuju perusahaan, Moon Young
terlihat menyetir mobil dengan brutal hingga hampir terjadi tabrakan.
Sampai diruangan
Kang Tae pun melihat buku dongeng Karya Moon Young. Moon Young pun terlihat
memasuki perusahaan dan menuju ruangan tempat Kang Tae menunggu CEO. Para pegawai menyadari akan
kedatangan Moon Young, salah seorang pegawai menginstruksikan pegawai yang
lainnya untuk membereskan barangnya di meja, mereka membereskan benda tajam agar
tidak terihat oleh Moon Young. Moon Young melihat ada kursi kosong, ia
menanyakan pada pegawai lain ini kursi siapa, dan ternyata itu kursi manajer
akuntansi. Moon Young melihat ada benda tajam disana dan mengambilnya. Dan berkata
“Cantik sekali, aku mau ini”, pegawai lain berkata “ambil saja”,
Moon Young membalas “Memang mau kuambil.”
Moon Young pun
berjalan menuju ruangan tempat Kang Tae menunggu, artdirector Yoo Seung Jae
yang baru keluar dari ruangan itu kaget dengan kedatangan Moon Young.
Yoo Seung Jae : “Nona Go, kenapa ada datang
ke kantor?
Moon Young : “Kisah Hidup Zombi terbit hari
ini. Pak Lee dimana?”
Yoo Seung Jae :“Itu…..”
(Moon Young
melihat kearah samping, dan terlihat dari kaca jendela, Kang Tae sedang membaca
buku dongengnya, Moon Young kagum melihatnya, dan berkata “Waaw”, dia memperhatikannya dengan
lekatdan tersenyum kemudian masuk ke dalam ruangan itu.
Moon Young : “Waaw. Indah sekali.” (Kang Tae
menoleh kebelakang dan menatap Moon Young.) “Kau terlihat keren tanpa seragam. Seperti
pramutama bar yang datang untuk menagih utangku.” (Kang Tae menutup bukunya) “Aku
pikir kau bercanda. Rupanya sama saja. Berapa banyak yang kau minta?”
Kang Tae : “Jika tak bisa bicara sopan,
setidaknya bicara yang jelas.” (Kang Tae meletakan buku dongeng
ke tempatnya)
Moon Young : “Lihatlah kau bicara santai
begini. Aku sudah menusukmu.”
Kang Tae : “Lalu?”
Moon Young : “Uang ganti rugi, ditambah
uang tutup mulut. Berapa banyak yang kau minta?”
Kang Tae : “Apa begini cara kerjamu?”
Moon Young : “Kata-kata tidak bisa
menghibur. Uang adalah yang terbaik.”
Kang Tae : “Tak berlaku untukku.”
Moon Young : “Lalu apa? Seks?
Kang Tae : “Apa itu lebih berharga?”
Moon Young : “Lalu untuk apa ke sini? Jika
bukan uang dan seks. Apa yang kau cari hingga datang ke sini?”
Kang Tae : “Jika memungkinkan, (Kang Tae
mendekat ke arah Moon Young) “Aku ingin melihatmu sekali lagi. Aku ingin
melihat matamu lagi.”
Moon Young : “Mata?”
Kang Tae : “Kau memiliki tatapan yang sama
dengan orang yang aku kenal.”
Moon Young : “Siapa dia?”
Kang Tae : “Orang yang berkarakter buruk.”
(Flashback……..
saat Kang Tae kecil iya tenggelam di danau yang sudah menjadi es, tidak jauh
dari sana Moon Young kecil duduk sambil menyabut satu persatu kelopak bunga
kuning. Kemudian di depan gerbang rumah Moon Young kecil, Kang Tae kecil
berdiri disana sambil membawa seikat bunga, Moon Young kecil menghampiri Kang
Tae kecil ke gerbang mengambil seikat Bunga yang dibawa Kang Tae, dan
menginjaknya. Kemudian terlihat ingatan ingatan Kang Tae kecil saat melihat
Moon Young kecil di berbagai tempat dulu)
Kang Tae : “Orang yang tidak punya hati
nurani. Seorang wanita, dengan tatapan tanpa kehangatan”
Moon Young : “Apa wanita itu menakutkan?”
Kang Tae : “Aku menyukainya.” (kemudian
terlihat Kang Tae kecil menghampiri Moon Young kecil di taman bunga membawa
buket bunga. Kang Tae kecil yang memakai paying mengikuti Mon Young Kecil yang
memakai payung juga. Kemudian Kang Tae kecil yang menunggu Moon Young kecil
keluar dari gerbang sekolah, saat Moon Young kecil melihat ke arah Kang Tae
kecil, Kang Tae kecil pura-pura melihat arah lain. Kemudian Kang Tae kecil
mengikuti Moon Young kecil di suatu lading rumput yang luas. Dan kemudian Kang
Tae kecil terlihat menunggu di depan rumah Moon Young kecil sambil membaa
seikat bunga) “Aku menyukainya, gadis itu.”
Merekapun saling
menatap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar