|
1
|
Ikterik Neonatus
Kulit dan membran mukosa
neonatus menguning setelah 24 jam kelahiran akibat bilirubin tidak
terkonjugasi masuk ke dalam sirkulasi (D.0024)
b.d: - Penurunan
berat badan abnormal (>7-8% pada bayi baru lahir yang menyusu ASI, >15%
pada bayi cukup bulan
- Pola
makan tidak ditetapkan dengan baik
- Kesulitan
transisi ke kehidupan ekstra uterin
- Usia
kurang dari 7 hari
- Keterlambatan
pengeluaran feses (meconium)
d.d gejala dan tanda
Mayor : - Profil darah abnormal
(hemolysis, bilirubin serum total >2mg/dL, bilirubin serum total pada
rentang risiko tinggi menurut usia pada normogram spesifik waktu)
- Membrane mukosa
kuning
- Kulit kuning
- Sklera kuning
|
Setelah
diberikan asuhan keperawatan selama ................ jam, diharapkan
Integritas Kulit dan Jaringan (L.14125) meningkat dengan kriteria
hasil : - Elastisitas
meningkat
- Kerusakan
jaringan menurun
- Kerusakan
lapisan kulit menurun
- Kemerahan
menurun
- Suhu
kulit membaik
Adaptasi Neonatus (L.10098) meningkat dengan kriteria hasil : - Berat badan
meningkat
- Membrane
mukosa kuning menurun
- Kulit kuning
menurun
- Sklera kuning
menurun
- Prematuritas
menurun
- Keterlambatan
pengeluaran feses menurun
- Aktivitas
ekstremitas membaik
- Respons
terhadap stimulus sensorik membaik
Berat Badan (L.03018) membaik dengan kriteria hasil: - Berat
badan membaik
- Tebal
lipatan kulit membaik
Organisasi Perilaku Bayi (L.05043) meningkat dengan kriteria hasil : - Gerakan pada
ekstremitas meningkat
- Kemampuan
jari-jari menggenggam
- Menangis
meningkat
- Mampu erespon
kejut meningkat
- Tersentak
menurun
- Kemampuan
menyusu membik
- Warna kulit
membaik
Status Nutrisi Bayi (L.03031) membaik dengan kriteria hasil: - Berat badan
meningkat
- Panjang badan
meningkat
- Kulit kuning
menurun
- Sklera kuning
menurun
- Membrane
mukosa kuning menurun
- Bayi cengeng
menurun
- Pola makan
membaik
- Proses tumbuh
kembang membaik
|
Fototerapi Neonatus (I.03091)
Observasi : - Monitor ikterik pada
sklera dan kulit bayi
- Identifikasi kebutuhan
cairan sesuai dengan usia gestasi dan berat badan
- Monitor suhu dan tanda
vital setiap 4 jam sekali
- Monitor efek samping
fototerapi (mis. hipertermi, diare rush pada kulit, penurunan berat badan
lebih dari 8-10%
Terapiutik : - Siapkan lampu fototerapi dan incubator atau kotak bayi
- Lepaskan pakaian bayi kecuali popok
- Berikan penutup mata (eye
protector/biliband) pada bayi
- Ukur jarak antara lampu dan permukaan kulit bayi (30 cm atau tergantung
spesifikasi lampu fototerapi)
- Biarkan tubuh bayi terpapar sinar fototerapi secara berkelanjutan
- Ganti segera alas dan popok bayi jika BAB/BAK
- Gunakan linen berwarna putih agar memantulkan cahaya sebanyak mungkin
Edukasi : - Anjurkan ibu menyusui sekitar 20-30 menit
- Anjurkan ibu menyusui sesering mungkin
Kolaborasi : - Kolaborasi
pemeriksaan darah vena bilirubin direk dan indirek
Perawatan Bayi
(I.10338)
Observasi - Monitor
tanda-tanda vital bayi (terutama suhu 36,5oC-37,5oC)
Terapeutik - Mandikan bayi
dengan suhu ruangan 21-24oC
- Mandikan bayi
dalam waktu 5-10 menit dan 2 kali dalam sehari
- Rawat tali
pusat secara terbuka (tali pusat tidak dibungus apapun)
- Bersihkan
pangkal tali pusat dengan lidi kapas yang telah diberi air matang
- Kenakan popok
bayi dibawah umbulikus jika tali pusat belum terlepas
- Lakukan
pemijatan bayi
- Ganti popok
bayi jika basah
- Kenakan
pakaian bayi dari bahan katun
Edukasi - Anjurkan ibu
menyusui sesuai kebutuhan bayi
- Ajarkan ibu
cara merawat bayi dirumah
- Ajarkan cara
pemberian makanan pendamping ASI pada bayi >6 bulan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar