Minggu, 08 November 2020

RISIKO ASPIRASI NCP


 

NO DX

DIAGNOSA KEPERAWATAN (SDKI)

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)

INTERVENSI

(SIKI)

 

Risiko Aspirasi

Faktor risiko

  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Penurunan reflex muntah dan atau batuk
  • Gangguan menelan
  • Disfagia
  • Kerusakan mobilitas fisik
  • Peningkatan residu lambung
  • Peningkatan tekanan intragastrik
  • Penurunan motilitas gastrointestinal
  • Perlambatan pengosongan lambung
  • Terpasang selang nasograstrik
  • Trauma pembedahan leher mulut dan atau wajah
  • Efek agen farmakologis
  • Ketidakmampuan koordinasi menghisap, menelan, dan bernapas.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama …………jam diharapkan

Tingkat Aspirasi menurun dengan

Kriteria hasil :

  • Tingkat kesadaran meningkat
  • Kemampuan menelan meningkat
  • Dipsnea menurun
  • Kelemahan otot menurun
  • Akumulasi secret menurun
  • Wheezing menurun
  • Batuk menurun
  • Penggunaan otot aksesoris menurun
  • Sianosis menurun
  • Gelisah menurun
  • Frekuensi nafas membaik

 

 
























Setelah diberikan asuhan keperawatan selama …………jam diharapkan

Status menelan membaik dengan

Kriteria hasil :

  • Mempertahankan makanan dimulut meningkat
  • Reflex menelan meningkat
  • Kemampuan mengosongkan mulut meningkat
  • Kemampuan mengunyah meningkat
  • Usaha menelan meningkat
  • Pembentukan bolus meninngkat
  • Frekuensi tersedak menurun
  • Batuk menurun
  • Muntah menurun
  • Refluks lambung menurun
  • Gelisah menurun
  • Regurgitasi menurun
  • Produksi saliva membaik
  • Penerimaan makanan membaik
  • Kualitas suara membaik

 

Manajemen Jalan Napas

Observasi

  • Monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha napas)
  • Monitor bunyi napas tambahan (gurgling, mengi, wheezing, ronkhi kering)
  • Monitor sputum (jumlah, warna, bau)

Terapeutik

  • Pertahankan kepatenan jalan napas
  • Posisikan semifowler atau fowler
  • Berikan minum hangat
  • Lakukan fisioterapi dada bila perlu
  • Lakukan penghisapan lender kurang dari 15 detik
  • Keluarkan sumbatan benda padat
  • Berikan oksigen bila perlu

Edukasi

  • Anjurkan asupan cairan 2000 ml/hari, jika tidak ada kontraindikasi
  • Ajarkan teknik batuk efektif

Kolaborasi

  • Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspetoran, mukolitik, jika perlu.

 

Pencegahan Aspirasi

Observasi

  • Batuk, muntah, dan kemampuan menelan
  • Monitor status pernapasan
  • Monitor bunyi napas, terutama setelah makan/minum
  •  Monitor status pernapasan
  • Monitor bunyi napas, terutama setelah makan/minum
  • Periksa residu gaster sebelum memberik asupan oral
  • Periksa kepatenan selang nasogastric sebelum memberi asupan oral

Terapeutik

  • Posisikan semifowler 30-45 derajat 30 menit sebelum memberi asupan oral
  • Pertahankan posisi semi fowler pada pasien tidak sadar
  • Pertahankan kepatenan jalan napas
  • Lakukan penghisapan jalan napas, jika produksi secret meningkat
  • Hindari memberikan makanan melalui selang gastrointestinal, jika residu terlalu banyak
  • Berikan makanan dengan ukuran kecil atau lunak
  • Berikan obat oral dalam bentuk cair

Edukasi

  • Anjurkan makan secara perlahan
  • Ajarkan strategi mencegah aspirasi
  • Ajarkan teknik mengunyah atau menelan, jika perlu
  • Monitor tingkat kesadaran,


Terapi Menelan

Observasi

  • Monitor tanda dan gejala aspirasi
  • Monitor gerakan lidah saat makan
  • Monitor tanda kelelahan saat makan, minum dan menelan

Terapeutik

  • Berikan lingkungan yang nyaman
  • Jaga privasi klien
  • Hindari menggunakan sedotan
  • Posisikan duduk

Edukasi

  • Informasikan mnafaat terapi menelam kepada pasien dan keluarga
  • Anjurkan membuka dan menutup mulut saat memberikan makanan
  • Anjurkan tidak bicara saat makam

Kolaborasi

  • Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam memberikan terapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALGORITMA INITIAL ASSESSMENT TRAUMA

Jika anda menemukan pasien trauma, yang harus anda lakukan adalah : 3A : AMANKAN DIRI (APD) AMANKAN LINGKUNGAN AMANKAN PASIEN Cek Kesadaran ...