Senin, 09 November 2020

RISIKO HIPOTERMIA PERIOPERATIF NCP

NO DX

DIAGNOSA KEPERAWATAN (SDKI)

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)

INTERVENSI (SIKI)

 

Risiko Hipotermia Perioperatif

  • Berisiko mengalami penurunan suhu tubuh di bawah 360C secara tiba-tiba yang terjadi satu jam sebelum pembedahan hingga 24 jam setelah pembedahan

 

Faktor risiko :

  • Prosedur pembedahan
  • Kombinasi anastesi regional dan umum
  • Skor American Society of Anestesiologist (ASA) >1
  • Suhu pra-operasi rendah (<360C)
  • Berat badan rendah
  • Neuropati diabetik
  • Komplikasi kardiovaskuler
  • Suhu lingkungan rendah
  • Transfer panas (mis. volume tinggi infus yang tidak dihangatkan, irigasi 2 liter yang tidak dihangatkan)

 

Kondisi Klinis Terkait

  • Tindakan Pembedahan

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ………jam, diharapkan

Termoregulasi membaik dengan kriteria hasil :

  • Menggigil menurun
  • Kulit merah menurun
  • Kejang menurun
  • Akroslanosis menurun
  • Konsumsi oksigen menurun
  • Piloereksi menurun
  • Vasokontriksi perifer menurun
  • Kutis memorata menurun
  • Pucat menurun
  • Takikardi menurun
  • Takipnea menurun
  • Bradikardi menurun
  • Dasar kuku sianotik menurun
  • Hipoksia menurun
  • Suhu tubuh membaik
  • Suhu kulit membaik
  • Kadar glukosa tubuh membaik
  • Pengisian kapiler membaik
  • Ventilasi membaik
  • Tekanan darah membaik

 

Manajemen hipotermi

Observasi

  • Monitor suhu tubuh
  • Identifikasi penyebab hipotermia (mis. Terpapar suhu lingkungan rendah, pakaian tipis, kerusakan hipotalamus, penurunan laju metabolism, kekurangan lemak subkutan)
  • Monitor tanda dan gejala akibat hipotermia (mis.hipotermai ringan:  takipnea, disatria,, menggigil, hipertensi, diuresis, hipotermia sedang : aritmia, hipotensi, apatis, koagulapati, reflex menurun, hipotermia berat : oliguria, reflex menghilang, edema paru, asam basa normal)

Terapiutik

  • Sediakan lingkungan yang hangat (atur suhu ruangan, incubator)
  • Ganti pakaian dan linen yang basah 
  • Lakukan penghangatan pasif (selimut, pakaian tebal dan menutup kepala)
  • Lakukan penghangatan aktif eksternal (kompres hangat, botol hangat, selimut hangat, perawatan metode kangguru)
  • Lakukan penghangatan aktif internal (infus cairan hangat, oksigen hangat, lavase peritoneal dengan cairan hangat)

Edukasi

  • Anjurkan makan/minum hangat

 

Pemantauan Hemodinamik Invasif

Observasi

  • Monitor frekuensi dan irama jantung
  • Monitor   TDS,   TDD,  MAP,   tekanan   vena  sentral, tekanan arteri pulmonal, tekanan baji arteri paru
  • Monitor curah jantung dan indeks jantung
  • Monitor bentuk gelombang hemodinamik
  • Monitor perfusi perifer distal, pada sisi insersi setiap 4 jam

Terapeutik

  • Damping pasien saat pemasangan dan pelepasan kateter jalur hemodinamik
  • Lakukates Allen untuk menilai kolateral ulnaris sebelum kanulasi pada arteri radialis
  • Pastikan  set  selang  terangkai dan terpasang  dengan tepat
  • Konfirmasi ketepatan posisi selang dengan pemeriksaan x-ray
  • Posisikan    transduser  pada   atrium kanan (aksis flebostatik) setiap 4-12 jam untuk mengkalibrasi dan mentitiknolkan perangkat
  • Pastikan  balon  deflasi  dan  kembali  ke posisi  normal setelah pengukuran tekanan beji arteri paru (PAWP)
  • Ganti balutan pada area insersi dengan teknik steril
  • Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
  • Dokumentasikan hasil pemantauan

Edukasi

  • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
  • Informasikan hasil pemantauan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALGORITMA INITIAL ASSESSMENT TRAUMA

Jika anda menemukan pasien trauma, yang harus anda lakukan adalah : 3A : AMANKAN DIRI (APD) AMANKAN LINGKUNGAN AMANKAN PASIEN Cek Kesadaran ...