|
|
Risiko
Hipotermia Perioperatif - Berisiko mengalami penurunan
suhu tubuh di bawah 360C secara tiba-tiba yang terjadi satu jam
sebelum pembedahan hingga 24 jam setelah pembedahan
Faktor
risiko : - Prosedur
pembedahan
- Kombinasi
anastesi regional dan umum
- Skor
American Society of Anestesiologist (ASA) >1
- Suhu
pra-operasi rendah (<360C)
- Berat
badan rendah
- Neuropati
diabetik
- Komplikasi
kardiovaskuler
- Suhu
lingkungan rendah
- Transfer
panas (mis. volume tinggi infus yang tidak dihangatkan, irigasi 2 liter yang
tidak dihangatkan)
Kondisi
Klinis Terkait
|
Setelah diberikan asuhan
keperawatan selama ………jam, diharapkan
Termoregulasi membaik dengan kriteria hasil
: - Menggigil
menurun
- Kulit
merah menurun
- Kejang
menurun
- Akroslanosis
menurun
- Konsumsi
oksigen menurun
- Piloereksi
menurun
- Vasokontriksi
perifer menurun
- Kutis
memorata menurun
- Pucat
menurun
- Takikardi
menurun
- Takipnea
menurun
- Bradikardi
menurun
- Dasar
kuku sianotik menurun
- Hipoksia
menurun
- Suhu
tubuh membaik
- Suhu
kulit membaik
- Kadar
glukosa tubuh membaik
- Pengisian
kapiler membaik
- Ventilasi
membaik
- Tekanan
darah membaik
|
Manajemen
hipotermi
Observasi - Monitor
suhu tubuh
- Identifikasi
penyebab hipotermia (mis. Terpapar suhu lingkungan rendah, pakaian tipis,
kerusakan hipotalamus, penurunan laju metabolism, kekurangan lemak subkutan)
- Monitor
tanda dan gejala akibat hipotermia (mis.hipotermai ringan: takipnea, disatria,, menggigil, hipertensi,
diuresis, hipotermia sedang : aritmia, hipotensi, apatis, koagulapati, reflex
menurun, hipotermia berat : oliguria, reflex menghilang, edema paru, asam
basa normal)
Terapiutik - Sediakan
lingkungan yang hangat (atur suhu ruangan, incubator)
- Ganti
pakaian dan linen yang basah
- Lakukan
penghangatan pasif (selimut, pakaian tebal dan menutup kepala)
- Lakukan
penghangatan aktif eksternal (kompres hangat, botol hangat, selimut hangat, perawatan
metode kangguru)
- Lakukan
penghangatan aktif internal (infus cairan hangat, oksigen hangat, lavase
peritoneal dengan cairan hangat)
Edukasi - Anjurkan
makan/minum hangat
Pemantauan
Hemodinamik Invasif Observasi - Monitor
frekuensi dan irama
jantung
- Monitor TDS,
TDD, MAP,
tekanan
vena sentral,
tekanan arteri pulmonal, tekanan
baji arteri paru
- Monitor
curah jantung dan indeks
jantung
- Monitor
bentuk gelombang hemodinamik
- Monitor perfusi perifer distal, pada sisi insersi setiap 4 jam
Terapeutik - Damping pasien saat pemasangan dan pelepasan kateter
jalur hemodinamik
- Lakukan tes Allen untuk menilai kolateral
ulnaris sebelum kanulasi pada arteri radialis
- Pastikan
set selang
terangkai dan terpasang
dengan
tepat
- Konfirmasi ketepatan posisi selang dengan pemeriksaan x-ray
- Posisikan
transduser pada atrium kanan (aksis
flebostatik) setiap 4-12 jam untuk mengkalibrasi dan
mentitiknolkan perangkat
- Pastikan balon deflasi
dan
kembali ke posisi normal setelah pengukuran
tekanan beji arteri
paru (PAWP)
- Ganti balutan pada area insersi dengan teknik steril
- Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi
pasien
- Dokumentasikan
hasil pemantauan
Edukasi - Jelaskan
tujuan dan prosedur pemantauan
- Informasikan
hasil pemantauan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar