Selasa, 10 November 2020

RISIKO HIPOVOLEMIA NCP

NO DX

DIAGNOSA KEPERAWATAN (SDKI)

TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI)

INTERVENSI

(SIKI)

 

Risiko hipovolemia

Definisi

Beresiko mengalami penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan atau intraseluler.

 

Faktor Risiko

  • Kehilangan cairan secara aktif
  • Gangguan absopsi cairan
  • Usia lanjut
  • Kelebihan berat badan
  • Status hipermetabolik
  • Kegagalan mekanisme regulasi
  • Evaporasi
  • Kekurangan intake cairan
  • Efek agen farmakologis

 

Kondisi Klinis Terkait

  • Penyakit Addison
  • Trauma/perdarahan
  • Luka bakar
  • AIDS
  • Penyakit Crohn
  • Diare
  • Kolitis ulseratif

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama…… jam diharapkan Status Cairan Membaik dengan kriteria hasil:

  • Kekuatan nadi meningkat
  • Output urine meningkat
  • Membran mukosa lembab meningkat
  • Pengisian vena meningkat
  • Ortopnea menurun
  • Dispnea menurun
  • Paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) menurun
  • Edema anasarka menurun
  • Edema perifer menurun
  • Berat badan menurun
  • Distensi vena jugulars menurun
  • Suara nafas tambahan menurun
  • Kongesti paru menurun
  • Perasaan lemah menurun
  • Rasa haus menurun
  • Konsentrasi urine menurun
  • Frekuensi nadi membaik
  • Tekanan darah membaik
  • Tekanan nadi membaik
  • Turgor kulit membaik
  • Jugular venous pressure (JVP) membaik
  • Hemoglobin membaik
  • Hematokrit membaik
  • Central venois pressure membaik
  • Reluks hepatojugular membaik
  • Berat badan membaik
  • Hepatomegali membaik
  • Oliguria membaik
  • Intake cairan mmebaik
  • Status mental membaik
  • Suhu tubuh membaik

Manajemen hipovolemia

  • Periksa tanda dan gejala hipovolemia (mis. frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, dsb)
  • Monitor intake dan output cairan
  • Hitung kebutuhan cairan
  • Berikan posisi modified trendelenburg
  • Berikan asupan cairan oral
  • Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
  • Anjurkan menghindari perubahan posisi mendadak
  • Kolaborasi pemberian cairan IV isotonis (mis. NaCl, RL)
  • Kolaborasi pemberian cairan IV hipotonis (mis. glukosa 2,5%, NaCl 0,4%)
  • Kolaborasi pemberian cairan koloid (mis. albumin, plasmanate)
  • Kolaborasi pemberian produk darah

Pemantauan cairan

  • Monitor frekuensi dan kekuatan nadi
  • Monitor frekuensi napas
  • Monitor tekanan darah
  • Monitor berat badan
  • Monitor waktu pengisian kapiler
  • Monitor elastisitas atau turgor kulit
  • Monitor jumlah, warna, dan berat jenis urin
  • Monitor kadar albumin dan protein total
  • Monitor hasil pemeriksaan serum
  • Monitor intake dan output cairan
  • Identifikasi tanda-tanda hipovolemia
  • Identifikasi tanda-tanda hypervolemia
  • Identifikasi faktor risiko ketidakseimbangan cairan
  • Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
  • Dokumentasikan hasil pemantauan
  • Informasikan hasil pemantauan

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALGORITMA INITIAL ASSESSMENT TRAUMA

Jika anda menemukan pasien trauma, yang harus anda lakukan adalah : 3A : AMANKAN DIRI (APD) AMANKAN LINGKUNGAN AMANKAN PASIEN Cek Kesadaran ...